Kebaya untuk Grid girls

Ada yang menarik di Final YCR beberapa waktu lalu yaitu, tampilnya 22 orang grid girls (gadis payung) dengan busana kebaya. Seperti pada umumnya para gadis yang biasa memayungi pembalap sebelum start selalu tampil dengan busana sexy. Tapi di Final YCR yang juga untuk memperingati hari jadi kabupaten Malang yang ke 1251 ini, memasukan unsur budaya lokal pada kegitan yang bersifat moderen dan sport.

Kebaya merah dengan kain batik yang dimodifikasi sedemikian rupa dan dipadu dengan selempang biru dengan tulisan sponsor hingga berkesan sporty ini, tanpa meninggalkan unsur tradisionilnya. Di sesi pembukaan yang dihadiri oleh para pejabat pemerintahan Malang juga ditampilkan Tari Jaranan dan Reog  Ponorogo. Sebuah langkah positif untuk ikut melestarikan budaya lokal ditengah gempuran globalisasi.(gt)